Rabu, 11 November 2009
Sebelum Cahaya | ||||||
| | Letto | |||||
| ||||||
Superman | ||||||
| | The Lucky Laki | |||||
| ||||||
Betapa Aku Mencintaimu | ||||||
| | Vagetos | |||||
| ||||||
Sempurna | ||||||
| | Andra and The Backbone | |||||
| Chord Lagu Tersebut Untuk Teknik Petikan | ||||||
| ||||||
Bukan Cinta Manusia Biasa | ||||||
| | Dewa 19 | |||||
| ||||||
Jangan Ada Dusta di Antara Kita | ||||||
| | Angkasa | |||||
| ||||||
Baik Baik Sayang | ||||||
| | Wali | |||||
| ||||||
Dilema Cinta | ||||||
| | Ungu | |||||
| ||||||
chord
Dilema Cinta | ||||||
| | Ungu | |||||
| ||||||
Right Watch: Hancukan Rumah di al Quds, Israel Langggar Hukum Internasional
Untuk anggota Aqsa Working Group (AWG) West Java Secretary
Alquds – Infopalestina: Organisasi internasional "Human Rights Watch" menegaskan terus berlanjutnya kebijakan penghancuran rumah-rumah Palestina di al Quds yang dilakukan penjajah Zionis Israel adalah sebuah pelanggaran terhadap hukum internasional. Human Rights Watch meminta penjajah Israel menghentikan aksi-aksinya tersebut segera. Karena hal itu merupakan pelanggaran atas jaminan perlindungan hukum humaniter internasional untuk kepemilikan pribadi.
Human Rights Watch mengatakan dalam sebuah pernyataan itu menerima koresponen Infopalestina, Sabtu (7/11), dengan menghancurkan rumah-rumah warga Palestina di al Quds pemerintah Israel telah merampas hak ribuan orang Palestina untuk hidup dan tinggal di rumah-rumah yang mereka tempati selama beberapa generasi.
Human Rights Watch menambahkan bahwa penjajah Israel telah menghancurkan lebih dari 600 rumah Palestina di Tepi Barat dan al Quds (Yerusalem) tahun ini. Pada tanggal 27 Oktober penjajah Israel menghancurkan lima bangunan apartemen, mengusir 57 orang Palestina, dan membuat tiga rumah lain hancur sebagian.
Direktur Eksekutif Human Rights Watch untuk wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara, Sarah Leah Whitson, menjelaskan bahwa penjajah Israel menggunakan trik dan undang undang untuk anti Palestina untuk menghancurkan rumah-rumah mereka. Dia menyebut tindakan-tindakan Israel tersebut sebagai sesuatu yang "kejam, sewenang-wenang dan ilegal." (sumber : infopalestina.com)
Human Rights Watch mengatakan dalam sebuah pernyataan itu menerima koresponen Infopalestina, Sabtu (7/11), dengan menghancurkan rumah-rumah warga Palestina di al Quds pemerintah Israel telah merampas hak ribuan orang Palestina untuk hidup dan tinggal di rumah-rumah yang mereka tempati selama beberapa generasi.
Human Rights Watch menambahkan bahwa penjajah Israel telah menghancurkan lebih dari 600 rumah Palestina di Tepi Barat dan al Quds (Yerusalem) tahun ini. Pada tanggal 27 Oktober penjajah Israel menghancurkan lima bangunan apartemen, mengusir 57 orang Palestina, dan membuat tiga rumah lain hancur sebagian.
Direktur Eksekutif Human Rights Watch untuk wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara, Sarah Leah Whitson, menjelaskan bahwa penjajah Israel menggunakan trik dan undang undang untuk anti Palestina untuk menghancurkan rumah-rumah mereka. Dia menyebut tindakan-tindakan Israel tersebut sebagai sesuatu yang "kejam, sewenang-wenang dan ilegal." (sumber : infopalestina.com)
Israel Serahkan 17 Perintah Penghancuran Rumah kepada Warga al Quds
Alquds – Infopalestina: Pemerintah kota Israel di Jerusalem pada hari Minggu (8/11) menyerahkan 17 perintah pembongkaran rumah kepada warga Silwan, Bustan Ain Luza dan al Yaman di al Quds. Ini merupakan langkah baru Zionis Israel untuk melaksanakan perintah pembongkaran Zionis yang lama dan baru; sebagai pelaksanaan dari rencananya untuk mengusir orang-orang Palestina dan melakukan yahudisasi kota suci al Quds.
Fakhri Abu Diab, seorang anggota Komite Pertahanan Property di SIlwan, mengatakan, "Pemerintah kotaIsrael kembali memperbaharui perintah pembongkaran terhadap 88 rumah yang terancam pembongkaran di daeerah Silwan yang terletak di selatan masjid al Aqsha.”
Abu Diab menjelaskan keputusan yang dikeluarkan oleh pemerintah kota pada periode antara (20 – 25/10/2009) memberikan tenggat waktu 20 hari kepada pemerintah kotaIsrael untuk melanjutkan keputusan ini. Berdasarkan perintah yang dikeluarkan pada hanya ada dua hari saja untuk mengajukan keberatan kepada pemerintah kotaIsrael.
Abu Diab mengatakan, "Tampaknya pelaksanaan pembongkaran di daerah al Bustan hampir pasti, pembongkaran terhadap 88 rumah telah dekat. Kami serukan kepada warga al Quds untuk tetap hadir dalam aksi protes untuk mencegah pembongkaran ini dan mendukung perjuangan warga untuk mempertahankan hak mereka." Dia menegaskan perlunya solidaritas massa untuk melawan agresi Zionis yang menarget perkampungan di daerah Silwan.
Fakhri Abu Diab, seorang anggota Komite Pertahanan Property di SIlwan, mengatakan, "Pemerintah kotaIsrael kembali memperbaharui perintah pembongkaran terhadap 88 rumah yang terancam pembongkaran di daeerah Silwan yang terletak di selatan masjid al Aqsha.”
Abu Diab menjelaskan keputusan yang dikeluarkan oleh pemerintah kota pada periode antara (20 – 25/10/2009) memberikan tenggat waktu 20 hari kepada pemerintah kotaIsrael untuk melanjutkan keputusan ini. Berdasarkan perintah yang dikeluarkan pada hanya ada dua hari saja untuk mengajukan keberatan kepada pemerintah kotaIsrael.
Abu Diab mengatakan, "Tampaknya pelaksanaan pembongkaran di daerah al Bustan hampir pasti, pembongkaran terhadap 88 rumah telah dekat. Kami serukan kepada warga al Quds untuk tetap hadir dalam aksi protes untuk mencegah pembongkaran ini dan mendukung perjuangan warga untuk mempertahankan hak mereka." Dia menegaskan perlunya solidaritas massa untuk melawan agresi Zionis yang menarget perkampungan di daerah Silwan.
kimia fisika
Kimia Kembang Api
Tagged with: cara buat kembang api, kembang api. kimia kembang api
Monday, June 8, 2009, 10:21
This news item was posted in Kimia Fisika category and has 9 Comments so far.
Dalam hati kamu pasti sempat bertanya, bagaimana sih cara kerja dan cara membuat kembang api itu? Kembang api berada dalam golongan “Low Explosive” yang dipergunakan untuk tujuan hiburan. Kembang api diyakini berasal dari China pada abad ke 12 sebagai hasil samping penemuan bubuk hitam (gundpowder) dan pada saat itu dipakai untuk mengusir roh jahat dan mengisi perayaan tahun baru China dan festival bulan.
Kembang api umumnya terbuat dari kertas atau tanah liat berbentuk silinder atau bola. Kembang api berbentuk silinder didalamya kemungkinan terdapat silinder-silinder kertas lagi, dan disusun sedemikian rupa sehingga apabila kembang api tersebut disulut maka akan diperoleh bentuk, warna, dan suara yang diinginkan
Terdapat 5 komposisi utama kembang api yaitu: Binder, Oksidator, Reduktor, Agen Pemberi Warna, dan Regulator. Fungsi masing-masing dijelaskan sebagai berikut:
Binder
Binder berfungsi untuk agen pengikat sehingga seluruh bahan pembuat kembang api dapat dijadikan campuran berbentuk pasta. Binder yang sering dipergunakan adalah dextrin.
Regulator
Logam biasanya ditambahkan untuk mengatur kecepatan terjadinya reaksi pada kembang api. Semakin besar luas permukaan logam maka semakin cepat reaksi akan berlangsung.
Fuel
Karbon atau thermit umumnya dipakai sebagai fuel pada kembang api. Fuel akan melepaskan elektron pada oksidator. Menyebabkan oksidator tereduksi, selama proses ini berlangsung maka akan terjadi ikatan antara fuel dan oksigen membentuk produk yang lebih stabil, peristiwa pembakaran ini hanya memerlukan sedikit energi agar reaksinya berlangsung, dan ketika proses pembakaran dimulai maka akan dihasilkan energi yang cukup banyak untuk melelehkan dan menguapkan material lain sehingga terjadi percikan api yang menyebabkan terbentuknya cahaya kembang api.
Oksidator
Oksidator diperlukan sebagai penghasil oksigen untuk memulai proses pembakaran. Bahan oksidator yang dipakai biasanya dari golongan nitrat, klorat, ataupun perklorat. Awalnya nitrat dipakai sebagai bahan oksidator dan senyawa yang sering dipakai adalah kalium nitrat. Penguraian kalium nitrat adalah sebagai berikut:
2 KNO3 -> K2O + N2 + 2.5 O2
Tidak semua oksigen dari KNO3 diubah menjadi oksigen, dan reaksi berjalan tidak begitu ekstrim sehingga mudah di control. Hal ini menyebabkan nitrat dipakai sebagai reaksi awal penyulutan kembang api agar kembang api sampai di angkasa.Untuk mendapatkan reaksi yang ekstrim (dalam arti kecepatan dan menghasilkan panas yang cukup) maka diperlukan oksidator yang lebih kuat dibandingkan nitrat. Ingat agar kembang api dapat menghasilkan kilatan cahaya maka kita harus membuat ion logam agen pemberi warna tereksitasi untuk itulah diperlukan suhu yang tinggi.
Klorat merupakan oksidator yang lebih baik dibandingkan dengan nirat, reaksi yang terjadi sangat ekplosif dan menghasilkan suhu yang tinggi selain itu semua oksigen dalam klorat dapat diubah menjadi oksigen. Memberikan oksigen dengan jumlah yang cukup untuk proses pembakaran pada kembang api.
2 KClO3 -> 2KCl + 3 O2
Sayangnya klorat tidak stabil dan diperlukan penanganan khusus dalam proses pembuatan kembang api, beberapa senyawa klorat dapat meledak ketika dijatuhkan ke tanah. Oleh sebab itu penggunaan klorat digantikan oleh perklorat. Perklorat sekarang banyak dipakai pada industri kembag apai karena stabil dan bereaksi sama ekstrimnya dengan klorat.KClO4 -> KCl + 2O2
ReduktorReduktor bereaksi dengan oksigen yang dihasilkan oleh oksidator membentuk gas yang bertemperatur tinggi dan mengembang dengan cepat. Reduktor yang dipakai biasanya adalah belerang dan karbon.
S + O2 -> SO2
C + O2 -> CO2
Warna kembang api dihasilkan dari pemanasan senyawa logam tertentu. Atom logam menyerap energi yang dihasilkan dari reaksi oksidator dan reduktor diatas dan kemudian dia melepaskan energi itu kembali dalam bentuk cahaya dengan warna tertentu.
Energi yang diserap menyebabkan electron logam melompat dari tingkat energi standarnya ke tingkat energi yang lebih tinggi, dinamakan dengan istilah tereksitasi kemudian electron terebut kembali ke tingkat energi semula dengan membebaskan energi cahaya dengan panjang gelombang tertentu.
Ion logam yang dipakai untuk memberi warna pada kembang api diantaranya adalah:
Merah:
Garam stronsium atau garam lithium. Contohnya adalah litium karbonat Li2CO3 yang memberikan warna merah dan Stronsium karbonat yang memberikan warna merah cerah.
Oranye
Garam kalsium contohnya kalsium klorida CaCl2
Kuning
Garam natrium contohnya natrium lorida NaCl.
Hijau
Garam barium atau senyawa yang dapat menghasilkan gas Cl2. Contoh garam bariumnya adalah BaCl2.
Biru
Senyawaan tembaga contohnya tembaga(I) klorida CuCl.
Ungu
Campuran antara garam stronsium dan garam tembaga. Karena stronsium memberikan warna merah dan tembaga memberikan warna biru maka campuran kedua garam ini akan menghasilkan warna ungu.
Putih/Silver
Logam magnesium, titanium, ataupun aluminium.
Mengapa kita selalu melihat percikan kembang api terlebih dahulu kemudian baru suara ledakkannya?
Hal ini terjadi dikarenakan kecepatan cahaya lebih cepat satu juta kali dibandingkan dengan kecepatan suara. Jika kamu melihat kembang api yang jaraknya sekitar 1 kilometer dari tanah tempatmu berdiri maka diperlukan sekitar 3 detik untuk mendengar suara ledakan kembang api setelah kamu melihat percikan cahaya kembang api tersebut.
Referensi:
http://en.wikipedia.org/wiki/Fireworks
http://scifun.chem.wisc.edu/CHEMWEEK/fireworks/fireworks.htm
http://www.ch.ic.ac.uk/local/projects/gondhia/composition.html
http://www.pyrouniverse.com/consumer/howtheywork.htm
soal stoikiometri
Menentukan Prosentase Unsur dalam Hidrat
.
Tentukan prosentase masing-masing unsur dalam setiap hidrat berikut ini:a. Magan(II) sulfat monohidrat MnSO4.H2O
b. Tembaga(II) perklorat heksahidrat Cu(ClO4)2.6H2O
Diketahui Ar Mn= 55 S=32 O=16 H=1 Cu=63,5 Cl=35,5
Jawab:
Dengan membandingan massa atom relative unsur dengan Mr senyawa hidrat maka kita bisa mengetahui prosentase unsur dalam hidrat.
a. Mr MnSO4.H2O
= Ar Mn + Ar S + 4xArO + 2xArH + Ar O
= 55 + 32 + 4×16 + 2×1 + 16
= 169 gmol-
Prosentase Mn
= Ar Mn / Mr MnSO4.H2O x 100%
= 55 / 169 x 100% = 32,54%
Prosentase S
= Ar S / Mr MnSO4.H2O x 100%
= 32 / 169 x 100%
= 18,93%
Prosentase O
= 4xAr O + Ar O / Mr MnSO4.H2O x 100%
= 4×16 + 16 / 169 x 100%
= 47,33%
Prosentase H
= 2xAr H / Mr MnSO4.H2O x 100%
= 2×1 / 169 x 100%
= 1,18 %
b. Mr Cu(ClO4)2.6H2O
= Ar Cu + 2xAr Cl + 8xAr O + 12xAr H + 6xAr O
= 63,5 + 2×35,5 x 8×16 + 12 x 1 + 6×16
= 370,5
Prosentase Cu
= Ar Cu / Mr Cu(ClO4)2.6H2O x 100%
= 63,5 / 370,5 x 100%
= 17,14%
Prosentase Cl
= 2xAr Cl / Mr Cu(ClO4)2.6H2O x 100%
= 2×35,5 / 370,5 x 100%
= 19,16%
Prosentase O
= 8xAr O + 6xAr O / Mr Cu(ClO4)2.6H2O x 100%
= 8×16 + 6×16 / 370,5 x 100%
= 60,46%
Prosentase H
= 12xAr 1 / Mr Cu(ClO4)2.6H2O x 100%
= 12×1 / 370,5 x 100%
= 3,24%
CINTA-CINTA LAGI
cipt.niezam khaliq/ bayu_19
dak dik duk hatiku saat menatap matamu
dan saat kau tersenyum bergetar hatiku
kutahu rasa itu menghampiriku
cinta cinta cinta lagi kembaliku jatuh cinta
saat aku tergoda oleh dirimu
cinta cinta cinta lagi kembaliku jatuh cinta
saat panah asmara menusuk hatiku
ooh dewi cintaku tolonglah dirikusaat aku tergoda oleh dirimu
cinta cinta cinta lagi kembaliku jatuh cinta
saat panah asmara menusuk hatiku
aku jatuh cinta lagi pada dirinya
hoo.....aaha......yayaya.......nananana............
kelarutan
Definisi Hasil Kali Kelarutan / Solubility product Constant (Ksp)
Saturday, April 19, 2008, 16:51
This news item was posted in Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan category and has 0 Comments so far.
CuBr (s) -> Cu+(aq) + Br-(aq)
Jumlah kation dan anion akan semakin meningkat sampai mencapai jumlah maksimum pada saat semua CuBr terlarut. Pada keadaan ini dimungkinkan ion Cu+ dan F- bisa bertumbukan satu sama lain membentuk CuBr.
Cu+ (aq) + Br-(aq) -> CuBr (s)
Sehingga dalam keadaan ini dua proses akan salaing berkompetisi yaitu reaksi disosiasi dan kebalikannya, pada saat inilah keseimbangan dinamis tercapai dan reaksinya dapat kita tulis sebagai:
CuBr (s) <-> Cu+ (aq) + Br-(aq)
Kita dapat menulis persamaan konstanta kesetimbangan pada reaksi diatas sebagai :
K = [Cu+][Br-] / [CuBr]
Perlu diingat bahwa CuBr adalah zat padat murni dan diangagap konsentrasinya adalah 1 maka persamaan diatas ditulis sebagai:
K = [Cu+][Br-]
atau biasa ditulis
Ksp = [Cu+][Br-]
Ksp disebut sebagai Konstanta hasil kali kelarutan atau biasanya disebut sabagai Hasil Kali Kelarutan. Jadi yang dimaksud dengan Hasil Kali Kelarutan adalah “ konstanta kesetimbangan zat ( garam atau basa) yang kelarutannya kecil di dalam air”.
termokimia
Menghitung Entalpi Dengan Menggunakan Hukum Hess
Thursday, October 15, 2009, 15:18
This news item was posted in Termokimia category and has 0 Comments so far.
Hukum Hess menyatakan bahwa,“entalpi suatu reaksi tidak dipengaruhi oleh jalannya reaksi akan tetapi hanya tergantung pada keadaan awal dan keadaan akhir. Jadi untuk menentukan entalpi suatu reaksi kita bisa memperolehnya dengan mengambil semua jalan yang tersedia”
Artinya untuk menentukan entalpi suatu reaksi tunggal maka kita bisa mengkombinasi beberapa reaksi sebagai “jalan” untuk menentukan entalpi reaksi tunggal tersebut. Hasil akhir yang akan kita peroleh akan menunjukkan nilai yang sama.
Sebagai contoh:
Entalpi pembentukan NO2 dapat kita cari dari reaksi berikut:
N2(g) + O2(g) -> 2NO2(g) deltaH = 68 KJ
Dengan mengetahui entalpi standart pembentukan NO2 maka kita bisa menghitung besarnya berapa nilai entalpi untuk reaksi diatas.Atau kita bisa menghitungnya dengan menggunakan kombinasi beberapa reaksi (minimal 2 reaksi dan bahkan bisa lebih) berikut:
Dengan mengethaui besarnya entalpi dari reaksi I dan II diatas maka kita bisa mencari entalpi pembentukan NO2. Tentu saja kita harus mengatur satu reaksi dengan reaksi yang lain agar nantinya jika kesemua reaksi dijumlahkan akan diperoleh reaksi yang diingkan.
Lalu apa kegunaan daripada hukum Hess? Salah satu manfaat hukum Hess adalah kita dapat menghitung entalpi suatu reaksi yang sangat sulit sekali diukur dilaboratorium.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan hukum hess adalah:
- Kita dapat mengkombinasikan beberapa reaksi yang telah diketahui entalpinya untuk memperoleh entalpi reaksi yang kita cari.
- Kebalikan dari suatu reaksi mengakibatkan perubahan tanda entalpi, artinya jika suatu reaksi berjalan secara eksoterm maka kebalikan reaksi tersebut adalah endoterm dengan tanda entalpi yang saling berlawanan.
- Jika suatu reaksi dikalikan dengan suatu bilangan maka entalpi reaksi tersebut juga harus dikalikan dengan bilangan yang sama.
Untuk mengerjakan soal yang berhubungan dengan hukum Hess maka kita lebih mudah mengerjakannya dengan mengurutkannya dari belakang (bawah). Artinya Anda melihat terlebih dahulu reaksi yang ditanyakan, kemudian mulai menyusun satu persatu reaksi yang diketahui berdasarkan reaktan dan produk dari reaksi yang dicari.
Langganan:
Postingan (Atom)


